Selasa, 11 Juni 2013

Move On - "Salah Move On"

                Didalam sebuah kesendirian yang memang baru seumur jagung, kau datang dengan membawa kenyaman yang sebenarnya kepedihanku belum tersembuhi.
                Handphoneku berbunyi dengan nada dering favoritku yaitu doraemon, bunyi memang sudah tak asing lagi sesat pesan singkat menghampiri mataku. Aku membaca dan melihat pesan dari seseorang yang ternyata teman mantan pacarku. Jujur saja aku tak pernah mengabaikan pesan seseorang yang memang aku kenal karena aku selalu berpikir positif. Namanya Deni, tanpa sengaja dia selalu mengirim pesan singkat yang menurutku sangat intim. Seperti ingin menarik hatiku agar berada dihatinya.
                Setelah waktu berputar terus menerus, saat tiba datang. Dia menyatakan cintanya padaku. Tak tau apa yang harus aku jawab saat itu.
“Fany, Kamu ada perasan sama aku? Deni bertanya dengan serius.
“gak, cuma aku ngerasa nyaman aja kalo didekat kamu” seru Fany
“ oh, cukup dengan gak aja kok”, deni kecewa.
“tapi aku nyaman den……..” jawab Fany dengan lantang.
“yaudah, aku ngerti”
                Beberapa hari terlewatkan tiba-tiba aku melihat akun sosialku, aku ternyata terkepo dan melihat relationship deni dengan seorang perempuan yang cukup cantik. Aku sangat kecewa, mungkin penyataan yang dia berikan saat itu adalah pernyataan kalo ada seseorang yang lain dihatinya.
                Walaupun begitu komunikasiku dengannya tetap berjalan layaknya sepasang kekasih tapi kenyataannya aku tau dia miliki yang lain. Semakin hari aku tak bisa menahan ini semua. Aku sakit dengan jalinan tanpa kepastian ini. Aku menjadi orang ketiga diantara mereka tapi aku tak ingin melihat mereka bertengkar karena diriku. Satu ketika aku menanyakan ini padanya.

“aku gak mau begini terus? Tolong beri aku kepastian?” aku sambil menangis
“aku gak bisa ninggalin dia, kalo aku boleh milih aku pilih kamu tapi aku gak bisa mutusin dia” seru deni

“Aku gak bisa nahan tangis ini, aku hanya ingin kepastian dari kamu. Dengan hanya melepaskan aku itu sudah cukup”.
                Pernyataan yang selalu aku tanyakan pada dia secara terus-menerus tapi jawaban deni masih sama “aku gak bisa ninggalin dia”. Iya sebuah kaliamat yang sangat menusuk hatiku dan itu sangat pedih. Aku tak bisa membiarkan perasaan ini. Rasaku padanya semakin dalam walaupun aku harus menyakiti diriku ini. Aku sudah jadi orang bodoh yang mencintai seseorang yang sudah nyata memilih kekasih. Hatiku semakin tak karuan, aku bingung kenapa kita tak berpisah saja???. Tapi percuma aku tetap ingin selalu didekatnya. Apa aku salah??, aku merasa telah menjadi orang jahat, jahat sekali.

Dan akhirnya aku putuskan tuk menghilang dari dirinya.

“inspirasi dari lagu “Biar Menjadi Kenangan”

Tetes airmata ku tak tertahan lagi 
Menanti kepastian tentang kita 
Kau masih juga bersamanya 
Masih mencintainya

Maafkanlah sayangku atas keadaan 
Kamu tak pernah jadi kekasihku 
Wajahnya selalu terbayang 
Saat kau di sisiku

Aku dan kamu takkan tahu 
Mengapa kita tak berpisah 
Walau kita takkan pernah satu 
Biarlah aku menyimpan bayang mu 

Dan biarkanlah semua menjadi kenangan 
Yang terlukis di dalam hatiku 
Meskipun perih namun tetap selalu ada 
Di sini

Ku beri segalanya semampunya aku 
Meski cinta harus terbagi dua 
Mungkin kamu tak pernah tahu 
Betapa sakitnya aku

Oh pasti kamu tak pernah tahu 
Betapa sakitnya aku

2 komentar:

Selesai berkomentar ucapkan Alhamdulillah
@tiameirizta