Kamis, 29 Agustus 2013

Kapan Lulusnya?



Kapan LULUSNYA??

Ini pertanyaan buat gue dan orang-orang yang lagi terlibat yang namanya skripsi atau tugas akhir. Gue juga gak ngerti kenapa kebanyakan orang itu selalu nanya kapan lulusnya, gue sangat tertekan.!

Pertanyaan yang sering diulang-ulang kalo lagi silahturahmi dengan keluarga besar. Menjawab pun dengan nada yang terpaksa “belum,lagi nyusun”. Jawaban seperti itu gue terus-menerus gue ungkapkan dengan orang yang berbeda-beda.

Gue ngerasa udah putus asa menghadapi tugas akhir ini. Ngeliat temen yang deket sendiri udah sidang dan wisuda itu emang nyesek, iri tapi semua itu manusiawi. Gak ada orang pasrah aja ngeliat ornag lain kok bisa, kenapa kita gak bisa.

Sebenernya bisa, Cuma Allah mencari jalan beda bagi setiap umat-umat manusianya.

Gue kadang ngerasa gak adil dengan dunia perkuliahan yang gue rasakan 3 tahun belakangan ini.

Kenapa yang pintar dan jujur itu kadang diam memendam asa ketidak adilan. Coba kita liat yang pandai, pandai menjilat lidah, pandai pura-pura bodoh, dan pandai membohongi diri sendiri.

Orang-orang seperti itu lebih beruntung dibandingkan kita yang hidup mengedepankan kejujuran. Orang yang malang seperti itu pasti akan putus asa dan mencari jalan yang sama dengan orang-orang yang beruntung tapi tak beruntung hidupnya.

Temen gue bilang ke gue “Hidup itu harus CALAK (Cerdik)”. 

Kalimat yang memang nyesek bagi gue, jujur gue gak bisa kayak dia. Dalam aspek apapun dia selalu didepan tapi skillnya memang gak membuat gue bangga.

Alasan kenapa gue belm bisa sidang adalah syarat toefl gue yang belum memenuhi. Ini sangat berat, skill yang gue miliki pun rendah. Gue sadari itu.

Tapi, memang semua nasib. 

“apalah arti kejujuran kalo hidup dinegara yang memang tidak bisa lagi jujur, apalah arti kebohongan kalo negara ini memang sudah penuh dengan itu”

“Hidup memang harus keras, keras berpikir logis dan realistis, bukan karena lidah-lidah yang menjilat tinggi membuat hidup ini dipenuhi ketidak adilan dalam bersikap”

“bukan sebuah kemunafikan sementara tapi inilah cara untuk menolong diri sendiri dari cacian yang memandang rendah kejujuran”.

“aku tau ketenangan kalian berkurang, tapi hati disini direnggut oleh kegelisahan”

Semoga kalian yang bernasib seperti aku selalu melakukan apa yang bisa dilakukan, tpi lebih baik jujur sekali tapi hati tenang dari pada kebohongan terus-menerus”

Hihhihihii
“maaf kalo sedikit bijak yang gak jelas”

3 komentar:

  1. Tetap semangat dan optimis mba :D semoga sidang lancar nii..

    BalasHapus
  2. Hello, i believe that i noticed you visited my blog thus i got here to go back the want?.I'm trying to in finding things to improve my website!I assume its good enough to make use of a few of
    your ideas!!

    My blog post - Raspberry ketones

    BalasHapus

Selesai berkomentar ucapkan Alhamdulillah
@tiameirizta