DEROSSE - TEMPAT NONGKRONG YANG NYAMAN BERNUANSA VINTAGE DI BANDAR LAMPUNG

Yaa Ampun, sudah beberapa bulan tidak menulis, rasanya ada yang kurang gitu. hehe

Jadi, akhir-akhir ini rasanya hidup saya mulai berada dititik jenuh, ngelakuin ini itu rasanya stuck banget. hidup gak berkembang dan ngerasa gak produktif. sepertinya saya butuh teman ngobrol, teman maen, teman makan --- selamanya-- eh.. fokus fokus. ๐Ÿ™ˆ

karena udah ngerasa hidup udah gini-gini aja, rasanya saya butuh sesuatu yang baru.

Sabtu, 6 Juli 2019, Saya pergi ketempat nongkrong yang kece banget, tempatnya enak, nyaman dan bersih. rekomendasi buat yang mau kumpul-kumpul cantik.

De Rosse Cafe


Cafe yang berlokasi di ๐Ÿš• Jln. Hos cokroaminoto no 78 Rawa laut, Enggal. Bandar Lampung, selalu dibuka dari jam 10.00 s/d 22.00 WIB dengan tempat yang bernuansa vintage, bisa dilihat terdapat koleksi radio-radio jaman old dan puisi-puisi lama yang ditempet didinding.




kalau malam hari juga ada fasilitas live music, karena saya perginya siang jadinya gak ada. hehe



Koleksi Radio-radio klasik yang bikin cafe ini unik, kayaknya yang punya suka denger radio ๐Ÿ˜…


Disini juga saya foto menu-menu makanannya, mur-mer (Murah Meriah) banget, dan kalau dilidah saya enak-enak aja--- kalau laper. kebetulan waktu kesana laper banget sampe nambah. hahaha



tidak hanya makanan, disini juga terdapat berbagai jenis kopi, yang suka ngopi cucok banget deh. ngopi-ngopi cantik kebetulan aku gak suka kopi jadi ngeteh aja---- apasih geje hehe--


jadi, de rosse ini berlantai dua, lantai satunya enggak kepoto, sorry-sorry. dilantai dua lebih santai suasananya, naek keatas melewati tangga yang terbuat dari kayu, sofa ungu dan ruangan ber - AC jadi cocok buat ibu-ibu yang bawak anak, karena bebas asap rokok.

dengan desain vintage. tangga kayu jadi lebih manis  --- ih suka


free wifi, sangat disukai orang-orang kayak saya haha, mau passwordnya? saya punya kalau mau hoho




gambar dibawah mirip raisa, jadi pengen nyanyi could it be love, could it be love----


pengen ngaca, tapi-----



untuk info lebih lanjut bisa follow Instagramnya
De Rosse Resto &
Cafe ๐Ÿดvintage cafe and resto
Open 10:00-22:00
๐Ÿš•Jln. Hos cokroaminoto no 78 Rawa laut, Enggal.
Bandar Lampung
๐Ÿ“ฒ0822-8297-6999







saya gak endorse kok, cuma berbagi aja, masa' yang kece-kece dinikmati sendiri ๐Ÿ˜€

Share:
Read More
, , , ,

BERBAGI TIDAK HANYA MATERI - JANGAN TAKUT BERBAGI



Definisi Kebahagian



Kebahagiaan saat ini banyak orang yang mengartikan adalah orang yang sukses hidupnya, mendapatkan pekerjaan yang tetap, dapat jodoh yang mapan, anak tunggal dan orang tuanya sudah tua. Tapi yang perlu kita ketahui untuk mendapatkan sesuatu yang saya jelaskan tadi bukan hal yang mudah untuk mendapatkannya. Kalian harus cari dengan doa dan usaha untuk mendapatkan impian itu. 


Singkat cerita, sejak tahun 2013. Saya mulai memutuskan hidup seorang diri dirantauan tanpa ada keluarga, bisa dibilang mencari kebahagiaan (pekerjaan). Hampir satu tahun, hidup saya hanya kantor dan kamar. Weekday dikantor dan weekend dikamar dengan menonton drama korea berhari-hari, jedah pun untuk makan dan sholat. Saya mulai jenuh dengan keadaan yang seperti ini. 

Namun ada hal yang mulai merubah kebiasaan saya.

Baca Juga : Nonton Keluarga Cemara Bersama Komunitas Jendela Lampung

Komunitas Jendela Lampung 


Semenjak 2015, saya dikenalkan oleh seorang teman tentang sebuah komunitas sosial dibidang pendidikan anak-anak yaitu KOMUNITAS JENDELA LAMPUNG. Setelah diceritakan saya sangat antusias dan niat saya mengikutinya adalah agar mendapatkan banyak teman, saya juga menyukai dunia anak-anak walaupun background saya bukan seorang pendidik. 

Lambat laun saya mulai menikmati dan memperhatikan teman-teman saya dalam mengajar yang kebanyakan mereka adalah profesi seorang guru dan terbesit hati saya untuk belajar berbagi. Sekitar setahun saya belum berani untuk mengajarkan sesuatu karena ilmu-ilmu yang saya pernah tempuh sudah mulai memudar, saya takut akan salah menyampaikan, saya berusaha untuk belajar kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah disekolah.






Komunitas Jendela Lampung adalah komunitas yang mempunyai visi untuk meningkatkan minat baca kepada anak-anak di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bakung Teluk Betung Bandar Lampung, yang kebanyakan anak-anak tersebut dilahirkan dari keluarga yang tidak berkecukupan baik penghasilan maupun pendidikan. Dan masih banyak kebiasaan buruk anak-anak disana seperti ngisap aibon dan menonton tontonan dewasa. Disana hati saya miris dan berupaya belajar untuk memperbaiki akhlak dan kebiasaan yang mereka lakukan selama ini.


Baca Juga : Baca Buku Gratis

Memberi Manfaat

Mengikuti komunitas ini bukan berarti saya merasa orang paling pintar, paling kaya atau yang paling hebat. Niatnya cuma untuk berbagi waktu yang bermanfaat dan merubah kebiasaan saya yang selama ini hanya menonton drama-drama selama berjam-jam dan berupaya untuk belajar menjadi orang yang produktif.

Komunitas Jendela Lampung, memulai kegiatan disetiap hari minggu, mulai pukul 10.00 sampai 12.00. Kegiatan ini rutin kita lakukan sampai sekarang, dari belajar menghitung, membaca 30 menit, materi-materi formal dan nonformal. Adik-adik yang belajar disana pun mulai dari kelas 0 sampai dengan 9 hingga sekarang akan menginjak bangku SMA.



Komunitas Jendela Lampung ini lahir pada tanggal 13 November 2014, sudah empat tahun berdirinya komunitas ini dan menebarkan manfaat untuk orang banyak termasuk saya, yang terketuk hatinya melihat mereka (adik-adik) yang kurang akan asupan pendidikan. 

belajar buat percobaan gunung merapi
Empat tahun sudah saya bersama mereka, bersama teman-teman volunteer yang lain membagi ilmu yang mereka punya selama dibangku sekolah. Adik-adik sudah mulai bisa belajar dari kebiasaan sebelumnya, sudah mulai mandiri sebelum belajar mereka ber-inisiatif bersih-bersih rumah baca, mandi sebelum les (yang biasa mereka sebut) dan kebiasaan lainnya. Tanpa volunteer, adik-adik tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang selama ini tidak mereka dapatkan, mulai dari acara berbuka puasa bersama, mengadakan ulang tahun komunitas, pelatihan menulis, lomba-lomba dan berbagai event yang mereka rasakan kebahagiaannya. Melalui donatur-donatur yang baik karena sudah membantu membagi materinya untuk melancarkan kegiatan komunitas jendela Lampung. 




Semenjak bertemu komunitas ini, waktu dan tenaga yang kita (volunteer) tidak sia-sia, melihat mereka untuk semangat belajar dengan keterbatasannya, melihat senyum yang tulus dari mereka, saya merasa lega. Ternyata mereka butuh kita, butuh orang-orang perduli dengan hidup mereka. Di komunitas jendela pun saya belajar banyak hal seperti rasa sabar, rasa bersyukur dan rasa perduli terhadap orang lain. Ada seorang teman bertanya pada saya “ apa yang membuat kamu bertahan di komunitas jendela ini?” jawabannya saya teringat sebuah hadist rasulullah yang berbunyi “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain”. 

kita tentu ingin kehadiran kita di dunia ini dirasakan manfaatnya oleh sekitar. Kita tentu berharap agar adanya kita lebih diharapkan dari pada tiadanya kita. karena apalah arti hidup ini jika adanya kita sama dengan tidak adanya kita.

Itu yang selalu jadi pegangan saya, bukan kepada anak-anak dikomunitas ini saja, saya merasa kecanduan untuk melakukan hal-hal yang sama seperti membagi pelajaran merajut dan keterampilan ke adik-adik panti asuhan, juga mulai ingin mengenal dunia difabel. Saya berusaha untuk belajar berbagi apapun yang bisa dan mampu saya lakukan. Saya merasa tidak lebih baik dan lebih pintar, saya hanya ingin memberi ilmu sedikit yang bisa saya bagikan.




Ketika datang kesempatan berbuat baik, tanyakan pada diri, "kalau tidak sekarang, kapan lagi? kalau bukan aku, siapa lagi?"


Banyak cara untuk menyalurkan suatu yang bermanfaat, jika waktu dan tenaga masih mampu, menjalani sebuah komunitas seperti jendela adalah sebuah pilihan yang baik dan bila ingin bersedekah berupa uang kalian bisa donasi melalui Dompet Dhuafa. Insya Allah disalurkan ketempat yang tepat karena Dompet dhuafa mempunyai beberapa program penyaluran seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pengembangan sosial. 

"jika seseorang meninggal dunia, terputuslan amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaakan dan doa anak yang sholeh" (HR.Muslim)

kebahagiaan itu tidak hanya dilihat dari banyaknya materi, tapi seberapa besar manfaat (uang, waktu dan tenaga) kita berikan kepada orang lain. Jangan pernah takut berbagi, jangan takut membantu orang banyak karena bukankah untuk itulah kita diciptakan Tuhan.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
Share:
Read More
, ,

Resensi Buku Hafidz Rumahan - Keluarga Awam Melahirkan 7 Hafidz Quran

Dibalik buku ini, tersimpan cerita yang menggetarkan hati, sebuah keluarga yang melahirkan anak-anak yang diidamkan Allah. Dalam buku Hafidz Rumahan yang aku baca dengan penuh khitmah bercerita proses hijrah seorang keluarga untuk merubah hidupnya untuk taat kepada Allah.


Setelah banyak buku-buku yang aku baca tentang pernikahan dan parenting. Buku ini mengkemas kedua-duanya, bagaimana seorang ibu, siti hajar namanya untuk dapat melahirkan seorang anak agar taat kepada Allah dengan belajar dan menghapalkan Alquran dengan cara bahwa seorang istri harus taat terlebih dahulu dengan seorang suami agar anak-anak mudah untuk diarahkan (hlm.166)

Proses Hijrah seorang Ayah yang bernama Ramlan Dalimunthe yang dimulai melalui proses yang amat panjang. Dia seorang PNS, guru sejarah yang rela meninggalkan prosesi sebagai guru untuk usaha dakwah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Ustadz Abdurahim namanya setelah proses hijrah, beliau menganti namanya dengan alasannya mengubah identitas nama agar selalu ingat bahwa mereka mengabdi kepada Allah. ( hlm. 21).


"Siapa yang berhijrah kepada Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik."

Proses hijrah yang dilalui keluarga ini membuahkan hasil, mereka rela hidup di rumah sederhana pinggir pantai dengan makan hanya sehari sekali dan rela mennggalkan dunia demi mendapatkan keridhoan Allah, sebuah keyakinan sepasang suami istri ini dapat melahirkan 7 orang anak penghapal alquran tanpa mengenyam pendidikan pondok pesantren.

Walaupun Siti Hajar hanya mengenyam pendidikan SMA tapi tidak putus asa untuk belajar dengan keterbatasannya demi anak-anaknya, dalam sebuah buku seorang ibu harus berjiwa pembelajar, karena dia harus mendidik anaknya menjadi seorang pembelajar juga”. (hlm. 38)

Jujur, aku selalu berfikir apakah aku bisa menjadi seorang ibu dan mendidik anak2ku walaupun keterbatasan pendidikanku, tapi buku yang ditulis oleh ibu neni suswati ini, merubah mainsetku untuk pesimis, tidak ada yang tidak bisa dilakukan selagi kita terus belajar dan berdoa.

Buku Hafidz Rumahan menjadi sebuah bacaan yang inspiratif, disampaikan berdasarkan cerita nyata terbukti disematnya dokumentasi seorang ustdz abdurahim dan keluargnya. Tulisan umi Neny Suswati ini pun terdapat ilmu-ilmu bagaimana mendidik anak dari berbagai macam fase proses tumbuh kembang anak, kesabaran dan ketegaran seorang ibu untuk menjadikan anak-anaknya menjadi anak-anak yang taat kepada Allah dan Rasulnya.


Judul : Hafidz Rumahan "Ikhtiar Keluarga Awam Melahirkan 7 Penghafal Al-Qur'an
Penulis : Neny Suswati
Penerbit : Aura Publishing
ISBN : 978-623-211-033-5
Tahun Terbit : 2019
Tebal : 200 Hlm
Harga : Rp 65.000
Share:
Read More
, , , ,

NONTON KELUARGA CEMARA BARENG ADIK-ADIK KOMUNITAS JENDELA LAMPUNG

Udah pada nonton keluarga cemara belum? Mewek ga? Saya sih mewek dikit hihi

Pada tanggal 16 Februari 2019, saya berkesempatan buat nonton bareng bersama adik-adik komunitas jendela lampung dan adik-adik panti juga. Gratis loh. Nah untuk bisa nonton gratis ini, kita melalui proses yang panjang agar adik-adik bisa seneng diajak jalan sama kakak-kakak volunteernya.

Awalnya karena kegelisahan para pengurus komunitas jendela lampung tahun 2018, karena ngerasa takutnya adik-adik sudah mulai jenuh belajar di rumah baca, maksudnya biar refresing sekali-kali.
Prosesnya dimulai oleh bagian Divisi Kerjasama yang mulai proses pembuatan proposal ke Cinema XXI Pusat dan kebetulan disana ada salah satu volunteer juga jadi lebih mudah dalam prosesnya. Ada dua proposal yang di kirim, tapi Alhamdulillah yang tembus Keluarga Cemara. 

Acaranya dimulai dari jam 9 pagi di Mall Bumi Kedaton. Saya standby diMBK dan teman yang lain menjemput adik-adik kerumah baca di teluk dengan nyewa angkot.

Pukul 9.00, kita semua berkumpul dan langsung masuk studio. Alhamdulillah rame isinya kita semua hehe
Sebelum memulai nonton, ada pengarahan dari Manager XXI Mall Bumi Kedaton

Dan mulailah kita nonton


Sedikit mereviu film Keluarga Cemara. Waktu boomingnya itu film, saya gak tertarik untuk nontonnya, gak tau kenapa. Ngerasa gak dapet feelnya gitu. Sampai akhirnya bisa nonton gratis hihi makasih Komunitas Jendela Lampung.

Setelah nonton, cerita ini sama seperti cerita di sinetron tapi di poles dikit, lebih banyak komedi. Ada scene-scene yang membuat saya mewek. Pertama, ketika aba bilang ke eius “euis itu tanggup jawab aba, terus aba tanggung jawab siapa kata eius”. Kedua, ketika emak bilang emak hamil sambil nangis dan abah expesinya datar, disitu saya ngerasa gimana ya jadi seorang istri yang nambah beban suami dengan keadaan seperti itu tapi bersyukur, karena rezeki dari Allah. Ketiga, ketika si Ara pentas sebagai pohon dan gak dipanggil, disitu ngerasa gimana yaa mewek deh, ketahuan deh kalau aku gampang nangis. Ada beberapa adik-adik yang mewek juga tapi gak tau siapa?? Tapi overall baguslah..

Kebahagian itu sederhana, gak perlu banyak uang, gak perlu jabatan tinggi, maen sama mereka sudah menumbuhkan kebahagian yang buat hati kita bener-bener gak inget beban lagi hehe



Setelah selesai nonton kita menuju ke salah satu tempat makan yang sudah sangat terkenal yaitu KFC haha.. disana kita makan siang bareng adek-adek, sampe penuh meja gak kebagian lagi buat yang lain. volunteer lain sampe ngapar, tapi seru





saya bakal kangen moment kayak gini, semoga suatu saat ini jadi kenangan yang gak bakal dilupain. Melalui tulisan ini, saya sampaikan rasa syukur kepada Allah, yang telah memberikan saya kesehatan, waktu dan tenaga sehingga bisa memberikan sedikit apa yang bisa lakukan bersama mereka. Suatu hari nanti, moment ini akan dibaca anak-anak saya kelak. Saya ingin mereka lebih besar jiwa sosial kepada orang-orang yang memang masih membutuhkan kita. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita untuk selalu berbagi manfaat ke manusia lain, bukankah Rasullah menyampaikan "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain".


Terimakasih adik-adik Jendela Lampung, adik-adik Panti asuhan dan teman-teman volunteer karena kalian sudah buat waktu saya lebih berarti. love so much



with love








Share:
Read More
, ,

Kajian tentang Muslimah Jangan Menyerah


Sabtu, 5 januari 2019.

Hari dimana isak tangis saya, dari pagi sampai sore hari tidak berhenti.



Pagi hari suara bunyi grup whatsapp berdentum tidak berhenti dengan tulisan “innalilahi wa inaillaihi rojiun”.Anak dari teman saya dikantor telah berpulang ke rahmatullah dengan umur yang masih sangat muda, usianya 11 tahun akibat kanker tulang. Pukul 09.00, saya melayat kerumah duka dan betapa sedihnya saya saat itu. Yaa Allah begitu besar ujian gadis ini untuk melawan penyakitnya dan kemudian berfikir suatu saat aku akan seperti gadis ini dibungkus dengan kain putih.

Setelah melayat, saya berjalan ke sebuah Masjid Ad’dua dengan sepeda motor untuk mengikuti kajian muslimah Bidadari Bumi dengan tema “Muslimah jangan Menyerah” oleh Ustazah halimah Alaydrus (Jakarta)



Dengan sebuah pertanyaan diawal “Wanita jangan menyerah dari apa?” setiap apa yang ada di bumi tidak ada yang kosong dari ujian, semua diuji.

ุฃَุญَุณِุจَ ูฑู„ู†َّุงุณُ ุฃَู† ูŠُุชุۡฑَูƒُูˆุٓงْ ุฃَู† ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุٓงْ ุกَุงู…َู†َّุง ูˆَู‡ُู…ۡ ู„َุง ูŠُูุۡชَู†ُูˆู†َ (ูข)

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” [Al-Ankabut : 2]

Setiap manusia pasti diuji, ujian yang berbeda-beda. 

 Dan Kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. [Al-baqarah: 155]

Dunia ini seperti sekolah, tempat belajar untuk akhirat, kita didunia ini cuma sementara dan waktu lama kita adalah adalah di padang masyar. Sangking lamanya ada sebuah pernyataan “keluarkan saya dipadang masyar ini sekalipun itu keneraka”. Begitu lama kah di padang masyar ini ????

Ada alasan kenapa Allah menciptakan kita didunia, untuk beribadah dan Allah telah berfirman :

ูˆَู…َุง ุฎَู„َู‚ْุชُ ุงู„ْุฌِู†َّ ูˆَุงู„ْุฅِู†ْุณَ ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆู†ِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Hidup kita didunia paling lama mungkin sampai 100 tahun, tapi telah allah cabut nyawa kita, hidup di alam barzah bisa sampai 1000 tahun. Wallahualam

Ada sebuah hadist mengatakan “Perkara gaib dengan kita adalah kematian, kematian sangat dekat seperti sendal dan pasangannya”. Maksudnya kita tidak tau ajal menjemput kita saat kita sedang maksiat atau sedang melakukan ketaatan, itu sangat dekat. Sepertinya keadaan kita  yang sehat tapi semenit kemudian sudah tidak ada didunia. Tidak ada yang tahu.


Ustazah halima pun berpesan jangan menyerah melaksanakan taat, jangan menyerah meninggalkan maksiat, jangan menyerah untuk menjadi wanita sholehah, jangan menyerah menghadapi sepahit apapun ujian dan jangan menyerah dari godaan syaiton. 



Kalau jadi wanita sholehah yang sabar, kalau ditanya kapan nikah yang sabar, kalau jadi ibu rumah tangga yang sabar..

sedikit yang bisa saya rangkum dalam kajian muslimah ini, mohon maaf bila banyak kekurangan,.

Semoga kita selalu belajar untuk menjadi muslimah yang lebih baik lagi. Aamiin


Share:
Read More